Ketika memandang mata orang atau pasangan, semuanya akan tampak sama saja. Tapi, ternyata struktur mikroskopik dari mata setiap orang tampak berbeda satu sama lain. Yang lebih mengejutkan, strukturnya ternyata menyerupai planet.
Lihat saja foto struktur mikroskopik mata yang diambil oleh seorang guru fisika bernama Suren Manvelyan. Foto-foto yang diperlihatkannya menunjukkan bahwa pinggiran bagian hitam mata setiap orang memiliki kerutan yang berbeda menyerupai permukaan planet Mars atau sejenisnya.
Manvelyan yang berasal dari Yerevan, Armenia mengatakan, “Saya tidak menyangka bahwa strukturnya sedemikian rumit. Kita melihat mata ratusan orang, tapi kita tidak menyadari bahwa strukturnya sangat cantik, seperti planet.”
Dalam mengambil fotonya, Manvelyan memfokuskan pada bagian iris mata yang berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata serta pupil, bagian yang dikaitkan dengan iris oleh otot.
Struktur mata yang dipamerkan dalam foto-foto Manvelyan bertajuk ‘Your Beautiful Eyes’ adalah milik murid, teman dan koleganya. Tentang teknik pengambilan gambarnya, Manvelyan mengatakan, “Proses pengambilannya menjadi rahasia saya.”
Opini
Keindahan dan manusia . tidak hanya terkait dengan alam .
Senin, 21 Maret 2011
manusia dan keindahan
Diposting oleh C Y N T H I A di 19.27 0 komentar
Minggu, 20 Maret 2011
Manusia dan Penderitaan
Diposting oleh C Y N T H I A di 06.51 0 komentar
Minggu, 13 Maret 2011
Manusia dan Cinta Kasih BAB 4
- Cinta bersifat manusiawi
- Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
- Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
- Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
- Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
- Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
- Keterikatan, adalah perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
- Keintiman, yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal diganti dengan sekedar nama panggilan.
- Kemesraan, yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan – ucapan yang menyatakan sayang, saling menium, merangkul dan sebagainya.
Diposting oleh C Y N T H I A di 08.05 0 komentar
Konsepsi IBD dalam kesusastraan bag.2
- Prosa Fiksi memberikan kesenanganKeistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapat pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa itu. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjungi selama hidupnya.
- Prosa Fiksi memberikan InformasiFiksi memberikan sejenis informasi yang tidak ada dalam kamus. Dalam novel serig kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau lapran jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
- Prosa Fiksi memberikan warisan kulturalProsa fiksi dapat menstimulasi imajinasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti – hentinya dari warisan budaya bangsa. Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil – hasil sastra.
- Prosa memberikan keseimbangan wawasanLewat prosaa fiksi seseorang dapatmenilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon – respon emosional atau rangsangan aksi yangg mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
- Figura bahasa seperti gaya perssonifikasi, metafora, perbandingan alegori dsb.
- Kata – kata yang ambiquitas yaitu kata – kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
- Kata – kata berjiwa yaitu kata –kata yang diberi suasana tertentu.
- Kata – kata yang konotatif yaitu kata – kata yang sudah diberi tambahan nilai – nilai rasa dan asosiasi – asosiasi tertentu.
- Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal – hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
- Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusiaPerekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "Pengalaman perwakilan" yaitu manusia senantiasa memiliki salah satu kebutuhan dasarnya utnuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
- Puisi dan keinsyafanDengan membaca puisi mahasiswa dapat diiajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia jelaskan pengalaman setiap orang.
- Puisi dan keinsyafan sosialPuisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dlam issue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
- Penderitaan atas ketidak adilan.
- Perjuangan untuk kekuasaan.
- Konflik dengan sesamanya.
- Pemberontakan terhadap hukum Tuhan.
Sumber : MKDU: IBD , widyo nugroho, achmad muchji juni 1996, gunadarma
Diposting oleh C Y N T H I A di 07.27 0 komentar
Konsepsi IBD dalam kesusastraan bag.2
- Prosa Fiksi memberikan kesenanganKeistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapat pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa itu. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjungi selama hidupnya.
- Prosa Fiksi memberikan InformasiFiksi memberikan sejenis informasi yang tidak ada dalam kamus. Dalam novel serig kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau lapran jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
- Prosa Fiksi memberikan warisan kulturalProsa fiksi dapat menstimulasi imajinasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti – hentinya dari warisan budaya bangsa. Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil – hasil sastra.
- Prosa memberikan keseimbangan wawasanLewat prosaa fiksi seseorang dapatmenilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon – respon emosional atau rangsangan aksi yangg mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
- Figura bahasa seperti gaya perssonifikasi, metafora, perbandingan alegori dsb.
- Kata – kata yang ambiquitas yaitu kata – kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
- Kata – kata berjiwa yaitu kata –kata yang diberi suasana tertentu.
- Kata – kata yang konotatif yaitu kata – kata yang sudah diberi tambahan nilai – nilai rasa dan asosiasi – asosiasi tertentu.
- Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal – hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
- Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusiaPerekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "Pengalaman perwakilan" yaitu manusia senantiasa memiliki salah satu kebutuhan dasarnya utnuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
- Puisi dan keinsyafanDengan membaca puisi mahasiswa dapat diiajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia jelaskan pengalaman setiap orang.
- Puisi dan keinsyafan sosialPuisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dlam issue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
- Penderitaan atas ketidak adilan.
- Perjuangan untuk kekuasaan.
- Konflik dengan sesamanya.
- Pemberontakan terhadap hukum Tuhan.
Sumber : MKDU: IBD , widyo nugroho, achmad muchji juni 1996, gunadarma
Diposting oleh C Y N T H I A di 07.27 0 komentar
Konsepsi IBD dalam kesusastraan bag.1
IBD yang semula dinamakan basic humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan lebih manusiawi, berbudaya dan halus. Dan juga berkaitan dengan nilai kita sebagai homo humanus.
Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang – cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya.
Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan pentung dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai – nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai – nilai kemanusiaan seperti yang terdapat pada filsafat atau agama. Karena seni adalah ekspresi, lebih mudah berkomunikasi. Nilai yang disampaikan fleksibel baik isi maupun penyampaiannya.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester dan bagian dari MKDU. IBD merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan terhadap nilai – nilai budaya. Sastra disini digunakan untuk membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Dengan demikian juga filsafat, musik, seni rupa dan sebagainya.
B. IBD yang dihubungkan dengan Prosa
Istilah prosa banyak padanannya.kadang disebut narrative fiction, prose fiction. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal. Dlam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan baru.
- Prosa lama meluputi:
- Dongeng – dongeng
- Hikayat
- Sejarah
- Epos
- Cerita pelipur lara
- Prosa baru meliputi:
- Cerita Pendek
- Novel
- Biografi
- Kisah
- Otobiografi
Diposting oleh C Y N T H I A di 07.18 0 komentar
Minggu, 20 Februari 2011
Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai salah satu MKDU
Diposting oleh C Y N T H I A di 00.52 0 komentar
Sabtu, 19 Februari 2011
Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai salah satu MKDU
Diposting oleh C Y N T H I A di 21.22 0 komentar
Rabu, 05 Januari 2011
Bab XI PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRISME
Rabu, 05 Januari 2011
Diposting oleh C Y N T H I A di 04.54 0 komentar
Rabu, 29 Desember 2010
BAB 10 Agama dan Masyarakat
Fungsi Agama Kepada Manusia Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang dihuraikan di bawah: - Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia. Agama dikatankan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan bagi pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui inderia manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahawa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT -Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Sesetangah soalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan soalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya soalan kehidupan selepas mati, matlamat menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Maka, agama itulah berfungsi untuk menjawab soalan-soalan ini. - Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia. Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah kerana sistem agama menimbulkan keseragaman bukan sahaja kepercayaan yang sama, malah tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama. – Memainkan fungsi kawanan sosial. Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kod etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial Fungsi Sosial Agama Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor). Pembahasan tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat. Fungsi Integratif Agama Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat. Fungsi Disintegratif Agama. Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain
Tiga tipe kaitan agama dengan masyarakat:
a. masyarakat dan nilai-nilai sacral
b. masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang
c. masyarakat-masyarakat industri sekuler
Pelembagaan agama
Pelembagaan agama adalah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.
STUDY KASUS :
Diposting oleh C Y N T H I A di 06.31 0 komentar
Minggu, 28 November 2010
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia [1]. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dariepistemologi.
Syarat-syarat ilmu
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu[4]. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
- Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
- Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
- Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
- Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
Diposting oleh C Y N T H I A di 07.37 0 komentar
